KELELAWARNEWS.COM, Brunei Darussalam - Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi kembali hadir sebagai anugerah yang dinanti umat Muslim. Dalam suasana penuh harap dan syukur tersebut, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, Ph.D., menyampaikan ucapan hangat kepada seluruh umat Islam yang menunaikan ibadah puasa. Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum penguatan iman sekaligus pembentukan karakter yang lebih kokoh.
“Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Semoga setiap doa yang dipanjatkan dan setiap amal yang dikerjakan membawa keberkahan, ketenangan, serta perubahan yang lebih baik dalam kehidupan kita,” ungkapnya.
Bagi Prof. Eddy, Ramadhan adalah bulan pendidikan jiwa. Di dalamnya terdapat proses latihan spiritual yang membentuk kedewasaan batin. Menahan lapar dan dahaga hanyalah bagian luar dari puasa. Inti yang sesungguhnya adalah kemampuan mengendalikan diri, menjaga lisan, memperhalus sikap, serta menata niat agar tetap lurus dalam setiap tindakan.
Sebagai akademisi dan pemimpin yang terbiasa mengelola tantangan dalam dunia profesional, ia melihat nilai-nilai puasa sangat relevan dengan kehidupan modern. Disiplin waktu, komitmen terhadap tanggung jawab, serta keteguhan menghadapi ujian adalah kualitas yang diasah selama Ramadhan. Menurutnya, bila nilai tersebut dipraktikkan secara konsisten, maka akan lahir pribadi-pribadi yang berintegritas tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai ruang refleksi. Kesibukan sehari-hari kerap membuat manusia lupa mengevaluasi diri. Bulan suci menghadirkan kesempatan untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan hidup, serta memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.
“Ramadhan mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas dan tindakan nyata. Keimanan yang kuat harus tercermin dalam kepedulian sosial,” jelasnya.
Dalam pesannya, Prof. Eddy mengajak umat Muslim memperkuat solidaritas dan semangat berbagi. Ia meyakini bahwa keberkahan Ramadhan semakin terasa ketika setiap individu mampu menjadi penolong bagi yang membutuhkan. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, empati dan kebersamaan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa ibadah tidak boleh memisahkan seseorang dari tanggung jawab profesional. Justru Ramadhan dapat menjadi sumber energi positif untuk bekerja lebih jujur, lebih fokus, dan lebih berdedikasi. Integritas dalam pekerjaan adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai spiritual yang hakiki.
Prof. Eddy berharap Ramadhan 1447 H menjadi titik awal perubahan yang berkelanjutan. Ia percaya bahwa bangsa yang kuat dibangun oleh individu-individu yang memiliki ketahanan moral dan spiritual. Ketika setiap orang berusaha memperbaiki diri, maka perubahan kolektif akan terwujud dengan sendirinya.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan doa agar bulan suci ini menghadirkan kedamaian, kesehatan, dan kelapangan hati bagi seluruh umat Muslim di mana pun berada. Ia mengajak semua pihak menyambut Ramadhan dengan niat yang tulus dan tekad untuk meningkatkan kualitas diri.
“Semoga Ramadhan tahun ini membimbing kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih bijaksana, dan lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” tutupnya.
Ucapan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ritual tahunan, melainkan perjalanan spiritual yang mampu membentuk karakter, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat semangat untuk terus menebarkan kebaikan dalam setiap aspek kehidupan. (*)



Social Header