Breaking News

Makna Idul Adha 1447 H dalam Perspektif Kepemimpinan: Pesan Inspiratif Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono



KUALA LUMPUR – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah kembali hadir sebagai pengingat akan nilai-nilai luhur yang telah mengakar dalam tradisi umat Islam, yakni pengorbanan, keikhlasan, dan ketakwaan. Dalam momentum penuh makna ini, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA., PhD., menyampaikan refleksi yang menempatkan nilai-nilai tersebut tidak hanya dalam ranah spiritual, tetapi juga dalam konteks kepemimpinan dan kehidupan profesional modern.

Sebagai akademisi sekaligus praktisi yang berkiprah di tingkat internasional, Prof. Eddy melihat Idul Adha sebagai titik temu antara dimensi religius dan tanggung jawab sosial. Ia menekankan bahwa makna pengorbanan tidak sebatas pada simbol penyembelihan hewan kurban, melainkan mencerminkan kesiapan seseorang untuk menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.

Dalam pandangannya, kepemimpinan yang efektif lahir dari kesediaan untuk berkorban. Seorang pemimpin dituntut mampu mengambil keputusan yang mungkin tidak selalu menguntungkan dirinya, tetapi membawa dampak positif bagi banyak orang. Nilai ini menjadi semakin penting dalam dunia global yang sarat dengan kompleksitas dan dinamika perubahan.

Lebih jauh, Prof. Eddy menggarisbawahi pentingnya keikhlasan sebagai landasan moral dalam setiap tindakan. Keikhlasan memberikan kekuatan batin yang menjaga konsistensi seseorang dalam menjalankan amanah, meskipun dihadapkan pada berbagai tekanan dan tantangan. Tanpa keikhlasan, kepemimpinan berisiko kehilangan arah dan terjebak pada kepentingan sesaat.

Ketakwaan juga menjadi aspek yang tidak terpisahkan dari pesan yang disampaikannya. Ia menjelaskan bahwa ketakwaan bukan hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tercermin dalam etika kerja, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Dalam konteks ini, ketakwaan menjadi kompas moral yang membimbing setiap langkah menuju kebaikan yang berkelanjutan.

Sebagai Dekan Fakultas Hukum dan Direktur Program Hukum Internasional di Asean University International Malaysia, Prof. Eddy turut menegaskan peran institusi pendidikan dalam membentuk karakter generasi masa depan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak individu yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun pribadi yang memiliki integritas dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai yang diangkat dalam Idul Adha, lanjutnya, sangat relevan untuk diinternalisasi dalam dunia pendidikan tinggi. Dengan mengintegrasikan aspek intelektual, emosional, dan spiritual, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemimpin yang adaptif sekaligus beretika dalam menghadapi tantangan global.

Di tengah arus perubahan yang cepat, seperti digitalisasi dan ketidakpastian ekonomi, pesan Idul Adha menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan. Prof. Eddy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai kesempatan memperkuat solidaritas, mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan empati terhadap sesama.

Ucapan “Eid Mubarak, Taqabbalallahu minna wa minkum” yang disampaikannya menutup pesan tersebut dengan harapan agar seluruh amal ibadah diterima dan membawa keberkahan bagi الجميع. Lebih dari sekadar tradisi, Idul Adha diharapkan mampu menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna, adil, dan harmonis.

Dengan pendekatan yang menyatukan nilai spiritual dan kepemimpinan modern, pesan Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono menjadi inspirasi yang relevan bagi berbagai kalangan dalam menghadapi tantangan zaman dengan integritas dan kebijaksanaan. (*)

© Copyright 2022 - KELELAWAR NEWS