Kelelawar News.Com, Kalimantan – Sebuah kuliah yang sarat makna berlangsung di BILD Institute Kalimantan Nusantara ketika Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, Ph.D menyampaikan mata kuliah Maritime Theology kepada 211 mahasiswa dari program S1, S2, dan S3. Pertemuan akademik ini menghadirkan lebih dari sekadar teori; ia menjadi ruang penyadaran bahwa dunia maritim menyimpan dimensi spiritual yang dalam dan relevan bagi kehidupan modern.
Di hadapan ratusan mahasiswa yang berasal dari latar belakang usia dan pengalaman berbeda, Prof. Eddy membentangkan pemahaman bahwa laut bukan hanya arena ekonomi dan industri, melainkan simbol perjalanan iman dan karakter manusia. Ia mengajak peserta melihat samudera sebagai metafora perjuangan hidup—penuh tantangan, tetapi juga sarat peluang untuk bertumbuh.
Dengan gaya penyampaian yang tegas namun inspiratif, Prof. Eddy menekankan pentingnya integrasi antara keahlian profesional dan kedewasaan rohani. Menurutnya, seorang pemimpin maritim yang unggul tidak cukup hanya menguasai navigasi, manajemen, atau teknologi, tetapi juga harus memiliki kompas moral yang kokoh. Tanpa nilai yang kuat, kecanggihan justru dapat kehilangan arah.
Diskusi yang berlangsung memperlihatkan antusiasme tinggi. Mahasiswa sarjana menyampaikan pertanyaan tentang relevansi teologi dalam praktik pelayaran modern. Peserta magister mengaitkan materi dengan dinamika manajemen dan kepemimpinan. Sementara itu, mahasiswa doktoral menyoroti dimensi riset dan pengembangan paradigma baru dalam studi maritim berbasis nilai. Interaksi lintas jenjang ini memperkaya perspektif dan menunjukkan bahwa pembelajaran sejati lahir dari dialog yang terbuka.
Dalam pemaparannya, Prof. Eddy juga menyinggung isu-isu aktual seperti kesehatan mental pelaut, tekanan kerja di industri offshore, serta tanggung jawab ekologis terhadap laut. Ia menegaskan bahwa teologi maritim harus diterjemahkan dalam tindakan nyata: membangun budaya kerja yang manusiawi, menjaga integritas dalam pengambilan keputusan, dan merawat laut sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Salah satu pesan yang paling menggugah adalah tentang keberanian menghadapi badai kehidupan. Prof. Eddy mengingatkan bahwa sebagaimana kapal diuji oleh ombak, manusia pun ditempa oleh tantangan. Justru melalui ujian itulah lahir ketangguhan dan kebijaksanaan. Pesan tersebut menjadi refleksi mendalam bagi para peserta, terutama mereka yang telah bergumul dalam dunia profesional.
Kehadiran 211 mahasiswa dalam satu forum akademik menunjukkan besarnya minat terhadap pendekatan pendidikan yang menyentuh aspek intelektual sekaligus spiritual. Momentum ini memperlihatkan komitmen BILD Institute Kalimantan Nusantara dalam membangun generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat.
Kuliah Maritime Theology ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk arah masa depan bangsa maritim. Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan pemimpin yang mampu memadukan ilmu, etika, dan iman dalam setiap keputusan strategisnya.
Di akhir sesi, Prof. Eddy mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan panggilan hidup sebagai kompas utama dalam berkarya. Ia menegaskan bahwa kesuksesan bukan semata tentang pencapaian materi, melainkan tentang kontribusi nyata bagi sesama dan lingkungan.
Perkuliahan tersebut berakhir, tetapi semangatnya terus menyala. Dari ruang akademik di Kalimantan, lahir tekad baru untuk berlayar lebih jauh—dengan pengetahuan sebagai layar dan nilai-nilai luhur sebagai jangkar kehidupan. (*)



Social Header