Kelelawar News – Maros – SulSel. Warga Raya Purnama 3 Dusun Palisi, Desa Tellumpoccoe Kecamatan Marusu mengeluhkan Limbah Daur Ulang yang berbau busuk dan banyak lalat yang masuk ke rumah warga perumahan Raya Purnama 3. Kepala Desa Temappaduae tutup mata terhadap persoalan lingkungan ini di wilayahnya karena lokasi Daur ulang berada di desa Tamappaduae Kecamatan Marusu.
Menurut laporan warga bahwa sudah terlalu lama limbah daur ulang sangat menganggu kesehatan yang dibiarkan oleh Pemerintah Desa Temappadue.
“Masalahnya limbahnya berdampak ke warga raya purnama 3, sudah ditegur dengan pihak kecamatan tapi tidak ada tindakan penanggulangan limbah oleh pemilik Daur Ulang dan pemerintah desa setempat cuek saja”Ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Awak media pernah mengkonfirmasi ke pemilik daur ulang, tapi tanggapan si pemilik Daur ulang. Seolah arogan, merasa kebal hukum dan aturan sehingga tidak mau menerima keluhan warga dan membiarkan limbahnya dibuang sembarangan yang berdampak juga ke lahan pertanian warga.
“Mungkin karena si pemilik daur ulang bersaudara dengan pak Desa Temappaduae, jadi dia tidak perlu mendengar keluhan warga”Ungkap warga yang lain yang tidak bersedia disebut namanya.
Tentunya persoalan ini sudah semestinya menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah setempat tingkat Desa, Kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Maros serta aparat dalam menangani limbah daur ulang dan segera menindaklanjuti pemilik Daur Ulang yang telah mencemari lingkungan akibat limbahnya.
Pantauan awak media hingga saat ini limbah daur ulang sangat merugikan dan bisa berdampak pada kesehatan warga. Apalagi sekarang Musim Hujan, limbah daur ulang terasa berbau dan makin banyak lalat yang masuk ke dalam rumah warga. Pencemaran lingkungan yang belum tersentuh oleh Pemerintah setempat, namun warga yang merasakan dampak limbahnya.
Tim Redaksi


Social Header